Masa Kecil Yang Seharusnya Indah

Ketika tengah mengantar teman membeli makan, saya melihat anak berumur kira – kira berusia 14 tahun. Kulitnya hitam legam terbakar matahari, rambut lebat acak-acakan. Ia masih memakai setelan kerja lengkap dengan sepatu boot dan jaket parasut hitam bergaris hijau terang.

Image

Kebetulan di belakang kantor tempat saya mengais rejeki tengah dibangun salah satu kedubes asing dan tampaknya anak kecil tersebut adalah salah satu pekerja disana. (Setelah saya cari tahu, tempat itu dibangun Kedubes Inggris). Entah mengapa saya merasa nyeri di dada melihat anak tersebut duduk diam menunggu makanan dengan tatapan lelah. Tatapan yang seharusnya tidak ada di mata anak seumur dia. Seharusnya anak seumurnya masih menikmati saat – saat indah bersama teman sekolahnya, bersenda gurau, menggoda teman – teman sebaya dan hal – hal kecil indah lainnya. Namun keadaan memaksanya untuk bergelut dalam kerasnya kehidupan di usia yang sangat dini.

Dan tiba2 saya merasa malu sendiri. Terkadang masih suka menitikkan air mata dikala beban dipundak terasa semakin berat menggayut. Terkadang masih mengeluh dalam hati atas cobaan yang diberikan sang Kuasa. Terkadang masih khilaf untuk bersyukur bahwa apapun yang saya alami dan hadapi saat ini, saya masih jauh lebih beruntung dibandingkan anak kecil itu.
Semoga kamu tetap diberi ketabahan dan tetap kuat menghadapi hidup ya dik.. Salkomsel..!

Advertisements

Komen-komen dibawah yah.. ^^,

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s