Wisata Seru Kota Kinabalu

Sudah lama gw pengen banget liburan seru bareng temen – temen. Kadang iri rasanya melihat salah seorang teman yang bisa berwisata kemana – mana di waktu libur dan cutinya. Hari libur gw jarang diisi dengan acara jalan – jalan seru. Lebih banyak diam dirumah. Ga asik sama sekali.
 
Tahun 2012 lalu, ketika AirAsia mengadakan promo tiket murah gw bersama 3 orang teman memutuskan untuk melakukan trip bersama. Tujuan wisata kami adalah Kota Kinabalu Malaysia. Tiket kami booking untuk tanggal 24 Oktober 2013. Sayangnya ketika mendekati hari H, salah satu teman yaitu Rizki Amaliah berhalangan untuk ikutan ke Kinabalu.
 
Dan berangkatlah gw, Etha dan Sheilla pada pukul 19.45 wib dari Bandara Soeta menuju Kota Kinabalu. Menempuh 2 jam perjalanan, kami bertiga sampai di Kota Kinabalu International Airport pada pukul  22.30 wib atau pukul 23.30 waktu setempat. Hujan rintik – rintik menyambut kami malam itu. Dengan menggunakan taksi kami menuju Hotel tempat kami menginap di wilayah Kampung Air. Dan malam itu kami habiskan
dengan unpack sambil ngobrol menikmati sejuknya udara Kota Kinabalu kala hujan.
 
Hari Pertama
Bangun tidur dan mendapati hujan masih turun dengan cantiknya membuat kami bertiga sempat bingung. What we should do for today? Ga
happening banget kayanya jauh – jauh ke Malaysia cuma tidur – tiduran di kamar hotel sambil rokokan ngeliatin hujan. Setelah makan siang di RM. Sri Malaka atas rekomendasi nci – nci heboh pekerja salon di sebelah hotel kami menginap, kami bertiga memutuskan untuk membeli payung supaya sisa hari ini bisa sedikit lebih produktif.

 

Hujan – hujanan
Jesselton Point
Ditengah guyuran hujan, kami bertiga menyusuri Kota Kinabalu mulai dari Kampung Air hingga Jesselton Point. Damn this city is really clean
and tidy!
Bahkan ditengah hujan yang membasahi sendal jepit, acara city tour ini masih menyenangkan.  Gak ada macet, genangan air kotor atau sampah yang teronggok di selokan.  Perjalanan hari ini diakhiri dengan makan malam gemes di Filipinos Market
 
Hari Kedua
I’m not a morning person.  Tapi hari ini gw harus harus dan harus bangun pagi. Jam 8 tepat kami sudah harus berada di Jesselton Point untuk kemudian berkendara menggunakan speedboat ke Pulau Sapi dan Manukan.  2 hari diguyur hujan menyebabkan hari ini matahari bersinar dengan lucu – lucu nya di atas sana. Damn!
 
Destinasi pertama adalah Pulau Manukan. Karena gw males item dan ga suka panas – panasan, gw lebih memilih duduk – duduk santai di bawah pohon sambil menikmati udara pantai yang hangat sementara Etha dan Ella snorkling di pinggir pantai. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sapi. Pemandangan di pulau yang berbentuk kepala sapi ini terlihat lebih menarik daripada Pulau Manukan. Bukit – bukit hijau yang mengelilingi area pantai menambah cantiknya pemandangan pesisir pantai. Wisatawan yang mengunjungi pulau ini lebih banyak
daripada Pulau Manukan. Setelah puas bermain – main di pantai, kami meninggalkan Pulau Sapi sekitar pukul 2 siang. 
Me, Sheilla and Etha
Pulau Manukan
Pulau Sapi
Tujuan kami selanjutnya adalah Mesjid Bandaraya Kota Kinabalu atau Sabah City Mosque, Puh Toh Tze Temple dan menikmati sunset di Pantai Tanjung Aru. Sebenarnya Mesjid Bandaraya lebih cantik dinikmati ketika malam tiba. Lampu – lampu yang menyala di sekeliling mesjid menghasilkan refleksi menawan di atas danau buatan yang mengelilingi mesjid ini. Namun karena pertimbangan waktu, kami memutuskan untuk mengunjungi Mesjid Bandaraya selepas Ashar.  Setelah puas berfoto dan jajan kami berangkat menuju Puh Toh Tze Temple dan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan bus ke Pantai Tanjung Aru untuk menikmati sunset ditemani es kelapa segar yang dinikmati langsung dari buahnya. Hm segarr.. 
 
Clockwise: Mesjid Bandaraya, Puh Toh Tze Temple, Tanjung Aru Beach, Area Jajan Tanjung Aru Beach
 
Hari Ketiga
Sebenarnya hari ini kami berencana untuk pergi ke Brunei Darussalam. Namun setelah menghitung biaya serta waktu yang kami habiskan di perjalanan, nampaknya kami harus membatalkan niat ke Brunei Darussalam. Dan kegiatan pagi itu diganti dengan menikmati serunya Sunday Market di seputaran Gaya Street. Banyak pernak pernik lucu yang kami temui disana. Mulai dari souvenir, binatang peliharaan, kopi harum yang baru digiling hingga peralatan masak. Jujur saja, dari semua destinasi wisata yang gw kunjungi mungkin ini yang paling menarik hati. Pokoknya gw banget deh!
 
Gaya Street Sunday Market
Siangnya kami mengunjungi Monsopiad Cultural Village yang menurut sebagian brosur adalah “tempat yang wajib dikunjungi”. Terimakasih kepada internet dan Ibu Sheilla Pinem yang dengan jeniusnya berhasil menemukan cara murah untuk mengunjungi Monsopiad Culture Village. Normalnya kami harus merogoh kocek sebesar 150 MYR menggunakan kereta sewa. Namun cukup mengeluarkan uang 8 MYR per orang kami sudah bisa sampai disana dengan menggunakan minibus. Bercapek – capek sedikit gapapa lah, yang penting hemat buu…

 

Monsopiad Culture Village
Hari ke empat
Pada hari ke empat ini, kami berencana mengunjungi Kinabalu
Park
dan Poring Hotspring. Aktifitas ini memakan hampir separuh hari. Berendam di Poring Hotspring (yang jujur aja, masih lebih keren air panasnya Ciater Bandung daripada ini :p) dan melanjutkan ke Kinabalu Park dalam cuaca hujan rintik – rintik. Sampai di Kinabalu Park kabut turun dengan brutalnya dan menghadirkan sensasi rasa dingin yang basah dan menyegarkan. I just love the weather!

 

Mount Kinabalu Park
Malam hari kami kembali berkeliling ke arah Jesselton Point. Makan malam terlebih dahulu di Filipinos Market, cuci mata di Suriah Sabah Mall
dan mendaratkan pantat kami ke Jesselton Point. Ngobrol ngalor ngidul hingga  larut malam dengan penjual Lekor baik hati bernama Azmil.
  
Hari Kelima
And this is the last day in Kota Kinabalu. Hari ini matahari bersinar super duper cerah dan menyilaukan. Di kota ini, kacamata hitam atau topi adalah salah satu asesoris wajib. Bukan karena heeits, tapi karena puanas dan terik banget. Setelah sarapan di Cuppa Place, kami melangkahkan kaki menuju Signal Hill. Jujur, ini adalah perjuangan berat buat gw. Bobot badan yang diatas rata – rata plus kebiasaan merokok menjadikan perjalanan ini menjadi panjang dan melelahkan. Kami harus mendaki 300an anak tangga untuk sampai di puncak Signal Hill. Pemandangannya diatas puncak ini lumayan bagus. Dari sini kita bisa melihat sebagian besar kota dari bangunan tertinggi di Kota Kinabalu ini. 

Signal Hill Observatory Tower
Melanjutkan perjalanan melewati Merlin Statue, berfoto ditengah teriknya matahari dan berakhir di area Pasar Besar untuk membeli sedikit oleh – oleh. Tepat jam 3 sore kami kembali ke hotel untuk mengambil tas dan bertolak menuju Kota Kinabalu Airport. Jika menggunakan taksi, kami harus membayar sekitar 30 MYR, namun kami memutuskan untuk menggunakan bus dan membayar 2 MYR saja. Irit, irit dan irit haha..
 
Merlin Statue
Sekitar pukul 9 malam kami sampai di Bandara Soekarno Hatta. Disambut udara lembab sehabis hujan,  akhirnya liburan kami kali ini Officially Ends.
Hal paling menarik dari liburan gw di  Kota Kinabalu adalah kebersihan, ketertiban dan tepat waktu yang mana hal – hal tersebut sangat sulit gw temukan di Jakarta. Selain itu kulit wajah yang menghitam dan mengelupas akibat teriknya matahari Kota Kinabalu menjadikan liburan seru kali ini benar – benar se.. su.. a… tu.. 
 
Well, see you on the next trip!
 
Advertisements

Komen-komen dibawah yah.. ^^,

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s