Review : The Amazing Spiderman 2

The Amazing Spiderman 2

Gagal nonton The Amazing Spiderman 2 hari sebelumnya membuat saya dan salah seorang tim WSP memutuskan untuk mencoba peruntungan kami pada hari Jumat. Selepas ngantor kami menuju Mall Taman Anggrek yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor.
Setelah membeli tiket untuk jadwal tayang jam 21.15 wib, kami memutuskan pergi makan malam di salah satu resto fastfood di sekitar bioskop. Kebetulan disana kami bertemu dengan 2 orang teman kantor yang gak disangka juga menonton film yang sama, di studio yang sama dan bersebelahan pula. What a coincidence: D

The Amazing Spiderman 2 diawali dengan adegan dimana Spiderman berayun dari satu gedung ke gedung yang lain. Pengambilan gambar dengan sudut pandang orang pertama memberikan 3D experience yang menyenangkan. Secara keseluruhan saya menilai efek 3D nya cukup keren.

Sequel The Amazing Spiderman ini banyak menceritakan hubungan Gwen dan Peter yang tengah memasuki masa galau. Kalau di Facebook mungkin statusnya menjadi “ It’s Complicated”. Masih saling sayang tapi apa daya terbentur janji. Bagi yang belum nonton The Amazing Spiderman 1, di akhir cerita ayah Gwen yaitu George Stacy memaksa Peter untuk berjanji menjauhi Gwen demi keselamatan putri kesayangannya. Sebagai pure gentleman, Peter merasa harus memenuhi janji tersebut walau hati tersayat dan berujung pada kegalauan. Makan males, tidur ga nyenyak, ga mandi bau, mau mandi dingin.. Hm.. ini patah hati atau males ya?

Peter & Gwen

Peter Parker & Gwen Stacy

Bintang yang memberi nyawa The Amazing Spiderman 2 menurut saya adalah akting brilian Jamie Foxx. Image komedian yang melekat cukup kuat patah seketika. Foxx menjelma dengan sangat apik menjadi seorang Insinyur Elektro yang culun dan kesepian bernama Maxwell Dillon. Si Dillon ini juga terobsesi sama Spiderman gara – gara pernah diselamatkan pada salah satu kericuhan di Manhattan.  Akibat kecelakaan yang terjadi di Oscorp,  Dillon berubah wujud menjadi Electro. Aktingnya pun berubah dari ilmuwan culun menjadi seorang penjahat yang kejam.

Maxwell Dillon

Maxwell Dillon being rescued by Spiderman

Villain kedua yang menurut saya juga bermain bagus adalah Dane DeHaan yang memerankan Harry Osborn. Akting DeHaan yang memukau mampu melunturkan image James Franco sebagai Harry Osborn. Sekilas pandang Dane DeHaan ini mengingatkan saya pada Leonardo DiCaprio di masa unyu nya. Cute yet mysterious.

Peter meets Harry after 10 years seperated

Peter meets Harry after 10 years seperated

Dikisahkan Harry Osborn menderita penyakit genetik langka bernama Retroviral Hypodysplasia. Penyakit ini menyebabkan kulit penderitanya berubah menjadi kehijauan dengan kuku runcing memanjang seperti monster – monster di film horor era 80-an. Karena putus asa + kepala batu alias ngeyel, Harry nekat menyuntikkan serum racun laba – laba hasil eksperimen Oscorp yang merubah dirinya menjadi Green Goblin.

Green Goblin

Green Goblin

 

Sedangkan villain ketiga yaitu The Rhino menurut saya hanya sekedar pemanis, bagai MSG dalam keripik kentang kemasan. Fungsinya cuma bikin cerita lebih gurih sedikit.

Bagian yang paling disayangkan adalah tewasnya Gwen Stacy dalam pertarungan antara Green Goblin dan Spiderman. Jaring laba – laba yang dibuat Spiderman tidak mampu menahan jatuhnya Gwen dari Tower Clock yang tinggi. Jatuh dengan kepala menghantam tanah menyebabkan Gwen tewas seketika. Spekulasi nya adalah, Gwen tewas untuk “memunculkan” Mary Jane Watson yang gosipnya sih akan diperankan kembali oleh Emma Stone.

Gwen Stacy's Death

Gwen Stacy’s Death

 

Secara keseluruhan, film The Amazing Spiderman 2 menyajikan rangkaian cerita yang komplit mulai dari action, komedi dan drama. Alur ceritanya pun tidak melenceng jauh dari komiknya termasuk kematian Gwen Stacy. Selain itu, Andrew Garfield mampu merepresentasikan Spiderman secara apik sesuai komiknya. Jenaka, periang dan konyol. Sebagai film hiburan khas Marvel, film ini sangat layak tonton.

So, buat kalian yang belum sempat nonton film The Amazing Spiderman 2 buruan janjian sama teman – teman dan tonton filmnya di bioskop kesayangan kalian.

 

Advertisements

Komen-komen dibawah yah.. ^^,

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s